Sunday, January 30, 2011

Zenmaijikake no Komoriuta

Salah satu karya mothy a.k.a Akuno-P selain Aku no Monogatari n 7 Deadly Sins, 1 lagi seri cerita yang masih berhubungan sama 2 seri tadi yaitu Zenmaijikake no Komoriuta (ぜんまい仕掛けの子守唄) atau dalam bahasa Inggris berarti Clockwork Lullaby. Mungkin dibanding Aku no Monogatari atau 7 Deadly Sins, seri ini yang paling agak "terlupakan" karena kalah pamor kebanding 2 seri lainnya.

Ciri khas seri Zenmaijikake no Komoriuta ini terletak pada pola "lu li la" yang berulang dan ada pada setiap lagu di seri ini. Sejauh ini, 4 lagu Zenmaijikake no Komoriuta sudah dirilis di NicoNicoDouga, lagu-lagu tersebut terdiri dari:
  1. Zenmaijikake no Komoriuta (ぜんまい仕掛けの子守唄, dinyanyikan Kagamine Rin)
  2. Hakoniwa no Shoujo (箱庭の少女, berarti Girl of Miniature Garden, dinyanyikan Hatsune Miku)
  3. Re_birthday (dinyanyikan Kagamine Len) 
  4. Heartbeat Clocktower (dinyanyikan oleh Kaito)
Meski Heartbeat Clocktower disebut-sebut sebagai lagu terakhir di seri ini, dalam album mothy, Aku no Oukoku, track terakhir yang tidak tercantum dalam daftar track, juga memiliki pola "lu li la", namun belum jelas apakah lagu yang dinyanyikan oleh Kagamine Rin & Len ini juga termasuk Zenmaijikake no Komoriuta (tapi besar kemungkinan memang seri ini).

Plot cerita Zenmaijikake no Komoriuta sendiri sama sekali tidak urut. Plot cerita menjadi lebih jelas dengan dirilisnya Heartbeat Clocktower. Lagu Akutoku no Judgment yang termasuk seri 7 Deadly Sins juga turut memperjelas seri ini.

Dalam Zenmaijikake no Komoriuta, dikisahkan seorang kolektor (Kaito) mengumpulkan 7 Deadly Sins. Sang kolektor memiliki clocktower (Rin). tidak seperti clocktower pada umumnya, suara Rin berpola "lu li la" yang bisa mencapai hati mana pun, termasuk ke orang-orang yang berada dalam situasi (semacam) purgatory (penyucian) seperti Len dalam Re_birthday. Makin lama, Rin sebagai clocktower menjadi rusak dan berkarat. Karena tidak mau Rin menghilang, sang kolektor mengorbankan "hatinya" demi Rin. Belakangan, lewat Akutoku no Judgment, diketahui bahwa sang kolektor juga bekerja sebagai hakim dalam pengadilan. Sayangnya, dalam mengemban tugas, sang kolektor malah membela siapa pun yang membayar mahal padanya (makanya meski ia sang kolektor, ia sendiri mengemban dosa serakah). Tujuan sang kolektor mengumpulkan dosa-dosa ternyata supaya dia bisa membuat "surga" bagi dirinya dan putrinya tercinta (Miku dari Hakoniwa no Shoujo, sebenarnya Miku sendiri merupakan boneka buatan sang kolektor yang ia sebut "putri"). Sayangnya, suatu ia membela seseorang yang bersalah karena uang, para orang-orang yang mengetahui kecurangannya marah dan membakar rumah dan teater tempat ia dan putrinya tinggal. Demi putrinya, akhirnya sang kolektor mengorbankan nyawanya dan hanya menyisakan putrinya sebagai "peninggalan seorang pria kesepian". Namun sebelum meninggal, sang kolektor membuat teater kecil di tengah hutan sebagai tempat menyimpan dan menampilkan dosa-dosa yang telah ia kumpulkan. 

Bisa dibilang, yang memperjelas cerita malahan Akutoku no Judgment, karena dalam lagu tersebut mengisahkan tentang sang kolektor beserta cita-cita dan perbuatannya. Dalam seri ini, sepertinya Kaito berperan ganda, sebagai sang kolektor, sekaligus penjaga clocktower, karena di Heartbeat Clocktower, ia menyebut sang kolektor dengan sebutan "dia" (kodoku na otoko/lonely man, dalam lirik aslinya). Si penjaga clocktower sendiri sepertinya turut tewas karena berusaha melindungi clocktower dari serangan orang-orang yang mengamuk akibat tindakan sang kolektor.

Di Heartbeat Clocktower juga terungkap kalau The Daughter of Evil (Rin, dengan dosa superbia/sombong) dan Vanika Conchita (Meiko, dengan dosa gula/rakus) telah bereinkarnasi. Rin menjadi salah satu pekerja (atau mungkin penjaga) di teater sang kolektor, sementara Vanika Conchita kini mendapat gelar "Master of the Graveyard" (masih soal makan memakan). Sepertinya Enbizaka no Shitateya (Luka) dan Duke Venomania (Gakupo) juga bakal mendapat kesempatan bereinkarnasi, karena dalam Heartbeat Clocktower terdapat lirik ini, ["Bloodstained scissors" "Purple sword", waiting on the days they've met to remember].

No comments:

Post a Comment